SDN 2 Nangerang Gelar Kegiatan 'Tatanen di Bale Atikan': Panen Bawang Daun Sebagai Wujud Pembelajaran Berbasis Lingkungan

Nangerang, 5 September 2025 – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Nangerang kembali mengukir prestasi dalam penerapan pendidikan berbasis lingkungan melalui program unggulan 'Tatanen di Bale Atikan'. Pada Rabu, 4 September 2025, seluruh warga sekolah berkumpul di area kebun sekolah untuk memanen bawang daun yang telah ditanam sejak tiga bulan lalu. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang praktik langsung bagi siswa, tetapi juga sebagai wujud nyata pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dengan apel pagi yang dipimpin oleh Kepala Sekolah, H. Ujang Ma'mun, S.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijak. "Program 'Tatanen di Bale Atikan' ini merupakan bagian dari visi sekolah untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan kemandirian," ujar H. Ujang Ma'mun.
Setelah apel, siswa-siswi dibagi dalam beberapa kelompok yang masing-masing dipandu oleh guru pembimbing. Mereka diajarkan teknik memanen bawang daun yang benar, mulai dari cara mencabut hingga membersihkan hasil panen. Seluruh proses dilakukan dengan penuh antusiasme, terutama oleh siswa kelas 4 hingga 6 yang sebelumnya telah terlibat dalam proses penanaman. "Saya senang bisa ikut panen bawang daun bersama anak-anak. Selain belajar cara menanam, mereka juga dibimbing dan diajarkan untuk bersyukur atas hasil yang didapat," ungkap Niken Fatmawati, Guru kelas 6 yang turut membimbing siswa dalam kegiatan.
Hasil panen bawang daun pada hari itu mencapai sekitar 15 kilogram. Sebagian hasil panen akan digunakan untuk keperluan praktik memasak di mata pelajaran keterampilan, sementara sisanya akan dijual kepada warga sekitar sekolah. Dana yang diperoleh dari penjualan tersebut rencananya akan digunakan untuk mendukung kegiatan lingkungan lainnya, seperti pembelian bibit tanaman baru atau perawatan kebun sekolah.
Kepala Sekolah H. Ujang Ma'mun menambahkan bahwa program ini juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kerja sama di antara siswa. "Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap siswa dapat memahami proses panjang dari menanam hingga memanen, serta menghargai setiap hasil jerih payah. Ini adalah pembelajaran hidup yang tidak bisa didapat hanya dari buku teks," jelasnya.
Kegiatan 'Tatanen di Bale Atikan' di SDN 2 Nangerang mendapat apresiasi dari orang tua siswa dan masyarakat sekitar. Mereka menganggap program ini sebagai langkah positif dalam mendidik anak-anak agar lebih dekat dengan alam dan memahami pentingnya keberlanjutan lingkungan. "Saya sangat mendukung kegiatan seperti ini. Anak saya jadi lebih semangat sekolah dan paham bahwa belajar tidak hanya di dalam kelas," ujar Ibu Siti, salah satu orang tua siswa.
Sebagai penutup, H. Ujang Ma'mun menyampaikan harapannya agar program ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk menerapkan pembelajaran berbasis lingkungan. "Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter siswa yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar," pungkasnya.
Dengan berakhirnya kegiatan panen bawang daun ini, SDN 2 Nangerang kembali membuktikan bahwa pendidikan karakter dan lingkungan dapat diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Semoga semangat ini terus berkobar dan menginspirasi generasi muda untuk mencintai alam dan menjaga kelestariannya.